DAFTAR HARGA PERMATA TAMANSARI X ARCAMANIK

Type       Harga Jual       Uang Muka          Plafon Kredit            5th              10 th             15 th

45/96 315,000,000 60,000,000 255,000,000 5,569,818 3,512,625 2,898,322
55/135 420,000,000 100,000,000 320,000,000 6,989,595 4,408,000 3,637,110
55/145 440,000,000  100,000,000  340,000,000 7,426,424  4,683,500  3,864,430

*Perkiraan angsuran KPR Bank Muamalat. (Harga per  Juli 2013)

** Uang muka minimal 10%

BONUS :Kitchen Set

Continue reading

By kodiron

Update Harga Cluster Taman Madinah Arcamanik

  

Type       Harga Jual       Uang Muka          Plafon Kredit            5th              10 th             15 th

36/77 285,000,000 50,000,000 235,000,000 5,132,969 3,237,125 2,671,003
45/90 340.000.000 75,000,000 265,000,000 5,788,242 3,650,375 3,011,982

*Perkiraan angsuran KPR Bank Muamalat (Harga per Juli 2013)

** Uang muka minim

Continue reading

Dokumen – Dokumen Untuk Pengajuan KPR

KPR diajukan dengan mengisi formulir pengajuan kredit, formulir pemesanan unit dari pengembang, serta melunasi biaya pemesanan dan uang muka. Saat pengajuan ada dokumen-dokumen yang wajib disertakan.

Berikut ini adalah seluruh dokumen tersebut :

  1. Pas Photo terbaru ukuran 3×4 suami-istri @2 lembar
  2. Fotocopy KTP yang masih berlaku suami-istri @ 2 lembar
  3. Fotocopy Kartu Keluarga 2 lembar
  4. Fotocopy Surat/Akta Nikah @2 lembar
  5. Fotocopy NPWP @ 2 lembar
  6. Slip Gaji 3 bulan terakhir (asli)
  7. Surat keterangan lama bekerja dan jabatan terakhir / SK Pengangkatan Pegawai
  8. Fotocopy Rekening Koran / Tabungan 3 bulan terakhir
  9. Fotocopy SPT Pajak 1 tahun terakhir (wiraswasta)
  10. Fotocopy Akta Pendiriannya dan perubahannya (wiraswasta)
  11. Neraca dan Laba-rugi / informasi keuangan terakhir (wiraswasta)
  12. Ijin-ijin usaha seperti TDP dan SIUP (wiraswasta)

Semoga bermanfaat.

Rumah: Agar tak Sekedar Jadi Tempat Selonjor

Oleh: Inayatullah Hasyim


dakwatuna.com – Rumahku adalah syurgaku! Setiap pasangan suami istri ingin memiliki rumah yang nyaman, asri, cantik dan hommie. Rumah yang nyaman memang dapat memberikan inspirasi-inspirasi dalam berkarya. Tak heran, Rasulullah SAW menganjurkan kita, umatnya, untuk berdoa: Berikanlah kami rezeki yang halal, kendaraan yang cepat dan rumah yang lapang.

Setelah rumah kita miliki, seringkali kita menjadikannya tak lebih dari tempat tidur. Bahkan, jadi mirip tempat kos. Kita sudah pergi meninggalkan rumah saat fajar belum menyingsing, dan datang kembali setelah bulan hendak beradu mimpi. Jadilah ia ranjang tidur kita yang luas, tempat dimana kita melampiaskan semua kepenatan dan tak lebih dari itu! Padahal, untuk memilikinya kita telah menghabiskan biaya yang tak sedikit, bahkan dengan mencicil hingga puluhan tahun.

Sejak awal-awal dakwah Rasulullah SAW, perhatian tentang rumah sangatlah besar. Hal ini dapat dilihat dari firman Allah SWT berikut ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (٢٧)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.” (QS. An-Nur: 27)

Secara tersurat, ayat ini mengisyaratkan kepada kita bahwa rumah adalah ruang privasi, tempat dimana rahasia keluarga disimpan rapat-rapat. Rumah adalah istana tempat seluruh keluh kesah diceritakan, segala cita-cita dibincangkan, semua keinginan diutarakan tanpa perlu merasa canggung sebab semua terikat dalam garis keluarga.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari diceritakan bahwa suatu hari Rasulullah SAW tengah berada di rumahnya, beliau SAW tengah menyisir rambutnya, ada seorang laki-laki yang mengintip dari balik pintu. Manakala mengetahui hal itu, Rasulullah SAW berkata,

لو علمت أنك تنتظرني لطعنت به عينيك، أنما جعل الإذن من قبل البصر

“Sekiranya aku tahu engkau memandangiku, niscaya aku tusuk matamu. Sesungguhnya, diperlukan izin karena adanya mata.”

Dari ayat dan hadits di atas, jelaslah bahwa rumah mendapat perhatian yang sangat besar dalam Islam. Padanya, ada rahasia keluarga yang wajib dijaga. Sehingga, rumah is not only a house, but a home.

Dalam perjalanan sejarah Rasulullah SAW, rumah adalah markaz dakwah utama. Ingatlah kisah dakwah beliau SAW di rumah Arqam bin Abi Arqam. Dari rumah sederhana di pinggiran kota Mekah itu, Rasulullah SAW memulai dakwah sirriah (sembunyi) – nya hingga akhirnya para sahabat satu per satu masuk Islam.

Dalam tulisan singkat ini, saya ingin kita sama-sama berbagi cerita tentang manfaat rumah kita, agar ia tak sekedar jadi tempat selonjor. Sebab, betapa ruginya kita jika rumah yang dibangun dengan biaya puluhan bahkan ratusan  juta itu tidak memberikan nilai tambah bagi amal dakwah kita di hadapan Allah SWT.

Ruang Ibadah di Rumah.

Ketika merencanakan membangun rumah, kita acap kali menyiapkan ruang makan, keluarga, tamu, tidur dan ruangan lainnya. Tapi, kadang kita tidak menyiapkan ruang khusus untuk ibadah, misalnya shalat dan pengajian. Padahal, dalam salah satu haditsnya, Rasulullah SAW mengatakan,

اجعلوا في بيوتكم من صلاتكم، ولا تجعلوها قبورا

Dirikanlah di rumah kalian shalat (sunnah) kalian, dan jangan engkau jadikan rumahmu (seperti) kuburan. (Hadits Riwayat Bukhari – Muslim).

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda,

أفضل الصلاة صلاة المرء في بيته إلا المكتوبة

Sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat fardhu.

Hadits-hadits di atas menunjukkan pentingnya menyediakan ruang khusus untuk ibadah di rumah terutama untuk shalat. Sebab, seseorang yang menunaikan ibadahnya dalam senyap dan sepi lebih terjaga dari kemungkinan terjangkit penyakit riya dan sombong.

Rumah sebagai Markaz Dakwah.

Untuk itu, tak ada pilihan lain, mari segera jadikan rumah kita sebagai markaz dakwah. Pusat informasi perkembangan pengetahuan umat dan kesempatan untuk mencari ridha Allah SWT. Mari jadikan rumah sebagai markaz pendidikan keluarga, pertama dan utama. Allah SWT berfirman,

فَلا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ فَتَكُونَ مِنَ الْمُعَذَّبِينَ (٢١٣)وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأقْرَبِينَ (٢١٤)

Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) Tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang di’azab. Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat… (QS As-syuara: 213 – 214)

Ayat di atas mempertegas kepada kita bahwa, mula-mula ajak sanak keluarga dalam rumah untuk menjadikannya markaz dakwah. Dimulai dari hal yang kecil, misalnya, menyediakan perpustakaan keluarga yang menyediakan koleksi buku-buku bacaan Islami dan bermanfaat. Terutama buku-buku cerita anak-anak dan remaja putra-putri, agar mereka betah di rumah.

Memperhatikan semua kebutuhan penghuni rumah

Jika kita sebagai ayah, tentu peran dan tugas utama kita adalah mengayomi seluruh penghuni rumah: istri, anak-anak dan pembantu (jika ada!). Sebagai ayah, Anda berkewajiban mencukupi nafkah mereka. Jangan pula Anda bangun istana, sementara penghuninya meringis kelaparan! Saat genteng rumah Anda bocor, janganlah meminta istrimu naik ke atap. Itu bukan tugasnya.

Demikian halnya dengan istri. Sebagai ibu bagi anak-anak (dan ibu bagi rumah, maka dikenal ibu rumah tangga!), Anda dituntut untuk membuat suasana rumah nyaman, adorable dan hommie. Pandailah memasak meski sekedar cemilan iseng buat lihat berita di teve. Pandailah memilih warna gorden, sofa, seprei dan pengaturan vast bunga. Ibarat istana presiden, Andalah kepala protocol keistanaannya. You think and decide!

Anak-anak tentu permata hati di rumah. Melihat perkembangan anak adalah hal paling mahal dalam kehidupan berumah tangga. Children are angel from the heaven! To see them is adorable and amazing. Mereka membuat para orang tua terheran-heran. Celetuk dan ocehan anak-anak adalah keceriaan yang tak berkesudahan. Semakin besar mereka, semakin terasa kebutuhannya yang harus tercukupi di rumah.

Bertetangga dengan semua.

Persoalan yang perlu mendapat perhatian kita selanjutnya adalah tetangga. Kita tahu, di tengah kehidupan yang makin hedonis dan egoistic ini, banyak di antara kita yang tak lagi kenal tetangganya. Padahal, kita sudah hidup berdampingan lebih dari sepuluh tahun! Jangan sampai, kita baru tersadar bahwa si fulan adalah tetangga kita setelah ada bendera kuning di depan rumahnya. Sungguh tragis!

Tetangga adalah kerabat terdekat saat senang dan susah. Sesekali kirimkanlah hadiah. Rasulullah SAW mengingatkan, “Saling bertukar hadiahlah kalian (dengan tetangga), niscaya akan menambah kecintaan kalian”. Jika suatu hari pulang kampung, dan tetangga tak pulang, bolehlah dibawakan oleh-oleh khas daerah. Telur asin di Brebes hanya dua ribu rupiah per-butir. Sepuluh butir baru dua puluh ribu. Begitu kita berikan ke tetangga, perhatian tetangga pada rumah kita saat kosong lebih dari kita membayar satpam dua ratus ribu! Imagine.

Sedemikian pentingnya bertetangga, hingga dalam satu hadits, diriwayatkan berikut ini.

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مازال جبريل يوصينى بالجار حتى ظننت أنه سيورثه، (متفق عليه)

Dari Ibn Umar radhiallahu anhuma berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Jibril senantiasa mengingatkan aku (untuk berbuat baik) dengan tetangga hingga aku mengira bahwa tetangga adalah (kelak) menerima warisan” (Hadits riwayat Bukhari – Muslim).

Sebagai muslim tentu kita lebih nyaman jika tetangga kita pun seiman dan seaqidah. Namun tak tertutup kemungkinan bahwa tetangga kita berbeda agama. Tetaplah berbuat baik pada mereka. Sehingga, ada ungkapan, jika engkau masak sup, perbanyaklah kuahnya! Semata agar semua tetangga mendapatkan keberkahan dari keberadaan kita.

Rumah di Syurga.

Terakhir, setelah kita mendapatkan semua kenyamanan rumah di dunia yang fana ini, pastilah kita berharap rumah di syurga. Sebab itulah sebaik-baik rumah kelak. Allah SWT menjanjikan:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَنُبَوِّئَنَّهُمْ مِنَ الْجَنَّةِ غُرَفًا تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ (٥٨)

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi (rumah) di dalam syurga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah Sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal, (QS Al-Ankabut: 58)

Demikian tulisan singkat ini, semoga kita bisa menjadikan rumah kita di dunia ini menuju rumah yang abadi di syurga nanti. Amin.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/02/18387/rumah-agar-tak-sekedar-jadi-tempat-selonjor/#ixzz1zZDIJFun

Hasil Final Euro 2012

Walau menyaksiakan di televisi baru dimulai pada menit ke-71 karena memang tidak ada niat untuk menonton. Tetapi hasil akhir final piala Eropa antara Spanyol vs Italia dimenangkan oleh Spanyol dengan skor telak 4-0. Dengan demikian Spanyol menjadi juara Eropa di tahun 2012 ini.

By kodiron

Rahasia Wajah Bercahaya

                                                   dakwatuna.com – Tak biasanya sepulang menunaikan shalat Maghrib di masjid bersama ayah dan kakaknya, putri kecilku menguak pintu tanpa mengucap salam. Tangisnya terdengar sejak masih di halaman. Ia langsung menghambur dan memeluk saya sambil mengadukan sesuatu. Sayangnya, apa yang ia sampaikan di sela tangisnya itu tak dapat saya dengar dengan jelas.

Air matanya menetes menembus kain mukena yang masih membalut tubuh saya yang baru saja usai mengajari putri bungsu menghafalkan sebuah doa. Bahunya naik turun seirama tangisnya. Saya elus-elus ia, berharap dapat menenangkan hatinya agar tangis itu segera reda.

Tak lama kemudian pangeran kecilku masuk sambil mengucap salam. Raut mukanya terlihat ikut prihatin dengan kesedihan yang dialami adiknya. Tanpa diminta ia langsung menjelaskan apa yang menyebabkan adiknya bersedih.

Ternyata usai shalat Maghrib tadi, mereka mampir ke sebuah mini market. Ayahnya hendak membeli suatu keperluan. Saat itulah si putri kecil merengek meminta ayahnya membelikan suatu produk kecantikan yang disinyalir dapat membuat wajah seorang wanita bercahaya dan tampak lebih muda. Ia ingin menghadiahkannya pada saya. Namun, sang ayah tak mengabulkan keinginannya itu.

Geli bercampur haru mendengar tuturan pangeran kecil tentang penyebab tangis si putri nan penuh perhatian ini. Rupanya, ia terjerat iklan yang sering tayang saat kami menyimak berita televisi. Tetapi terlepas dari bicara tentang perangkap iklan, saya merasakan niat mulia si putri yang baru berusia 4,5 tahun itu, betapa besar perhatiannya hingga mencari-cari produk kecantikan tersebut. Padahal anak seusia ia biasanya sibuk memilih mainan, makanan atau minuman kesukaan saat menyertai orangtua berbelanja, iya kan?

Tangisnya mulai mereda, sepertinya ia merasa lega ada yang membantu menyampaikan kesedihan hatinya. Sejenak saya lepaskan pelukannya, sekadar ingin menatap bola matanya. Sebuah senyuman saya sunggingkan disertai ucapan terima kasih atas perhatiannya itu lalu kembali saya dekap ia dengan sepenuh rasa sayang di hati.

Sesaat kemudian saya lirik suami, memberi tanda padanya agar menjelaskan mengapa keinginan gadis kecil itu tak dipenuhinya. Spontanitas ingin membela anak terasa lebih merajai hati saat itu, padahal belum mengetahui jawaban sang ayah yang menyebabkan perasaan si putri terluka (mungkinkah ini yang dinamakan bagian dari naluri seorang ibu?).

Setelah berdehem beberapa kali, suamiku menceritakan alasannya bahwa ia tak membawa dompet, hanya berbekal uang yang ada di saku baju kokonya saat mendadak mampir ke toko tersebut. Belum usai ia bertutur, si putri kecil kembali meradang, “tapi aku kan ingin beli barang itu,… biar wajah bunda bercahaya kalau pakai itu, huhuhhu…” tangisnya pecah kembali.

Sama halnya dengan saya, suamiku tersenyum menanggapi protes si putri kecil, beberapa detik kemudian sambil menatap saya, ia berkata, “Bunda itu akan terlihat bercahaya cukup dengan air wudhu’.”

Sejenak saya tertegun, tak menyangka suamiku akan berkata demikian, meskipun dalam hati saya setuju dengan apa yang ia ucapkan, namun naluri ingin membela anak muncul kembali. Tanpa berpikir panjang, segera saya katakan, “ya itu memang benar, tapi…merawat wajah dengan produk-produk itu pun tak ada salahnya bukan?” Ia tak menjawab pertanyaan saya, hanya ada seulas senyum yang terkembang lalu pamit dan bergegas mengajak anak-anak keluar karena adzan Isya telah berkumandang. Saya pun bersiap-siap mengajak putri bungsu untuk shalat berjamaah di rumah.

Usai shalat Isya, pembicaraan mengenai wajah bercahaya tadi kembali melintas. Wudhu’… wudhu’…wudhu’… kata itu serasa menggema di hati dan memenuhi kepala. Saya rasa sewaktu belajar tata cara berwudhu’ saat masa kecil, guru agama pernah mengajarkan keutamaan wudhu’ ini, akan tetapi saya tak ingat persisnya. Segera saya beranjak untuk mencari tahu lagi tentang hal ini, perlahan saya baca beberapa sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam…

“Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat nanti dalam keadaan dahi, kedua tangan dan kaki mereka bercahaya, karena bekas wudhu’.” (HR. Al Bukhari no. 136 dan Muslim no. 246)

Dapat dipastikan tak ada satu produk kecantikan pun yang mampu menandingi cahaya yang terpancar dari wajah orang-orang yang terjaga wudhu’nya. Karena cahaya dari air wudhu tak hanya dirasakan di dunia tapi di hari kiamat pun mereka akan mudah dikenali Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits, “Bagaimana engkau mengenali umatmu setelah sepeninggalmu, wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam Seraya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tahukah kalian bila seseorang memiliki kuda yang berwarna putih pada dahi dan kakinya di antara kuda-kuda yang berwarna hitam yang tidak ada warna selainnya, bukankah dia akan mengenali kudanya? Para sahabat menjawab: “Tentu wahai Rasulullah.” Rasulullah berkata: “Mereka (umatku) nanti akan datang dalam keadaan bercahaya pada dahi dan kedua tangan dan kaki, karena bekas wudhu’ mereka.” (HR. Muslim no. 249)

Tak hanya partikel-partikel debu maupun noda polusi yang dapat dikikis dari wajah, wudhu’ pun dapat melakukan sesuatu yang tak dapat dilakukan oleh produk kecantikan manapun untuk dapat membasuh hal yang tak pernah luput dari manusia seperti ditegaskan dalam hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, dari sahabat Anas bin Malik: “Setiap anak cucu Adam pasti selalu melakukan kesalahan. Dan sebaik-baik mereka yang melakukan kesalahan adalah yang selalu bertaubat kepada-Nya.” (HR Ahmad, Ibnu Majah, dan Ad Darimi)

Allah subhanahu wata’ala dengan rahmat-Nya yang amat luas, memberikan solusi yang mudah bagi kita untuk membersihkan diri dari noda-noda dosa, di antaranya dengan wudhu’. Hingga ketika seseorang selesai dari wudhu’ maka ia akan bersih dari noda-noda dosa tersebut. Dari sahabat Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seorang muslim atau mukmin berwudhu’ kemudian mencuci wajahnya, maka akan keluar dari wajahnya tersebut setiap dosa pandangan yang dilakukan kedua matanya bersama air wudhu’ atau bersama akhir tetesan air wudhu’. Apabila ia mencuci kedua tangannya, maka akan keluar setiap dosa yang dilakukan kedua tangannya tersebut bersama air wudhu’ atau bersama akhir tetesan air wudhu’. Apabila ia mencuci kedua kaki, maka akan keluar setiap dosa yang disebabkan langkah kedua kakinya bersama air wudhu’ atau bersama tetesan akhir air wudhu’, hingga ia selesai dari wudhu’nya dalam keadaan suci dan bersih dari dosa -dosa.” (HR Muslim no. 244).

Selain itu, dengan selalu menjaga wudhu’ seseorang akan memperoleh kebahagiaan yang tak bisa diberikan produk kecantikan manapun, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang dengannya Allah akan menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajatnya? Para sahabat berkata: “Tentu, wahai Rasulullah. Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Menyempurnakan wudhu’ walaupun dalam kondisi sulit, memperbanyak jalan ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat, maka itulah yang disebut dengan ar ribath.” (HR. Muslim no. 251)

Siapa yang tak menginginkan wajah bercahaya yang mudah dikenali Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam? Siapa yang tak ingin dosa-dosanya dihapus dan derajatnya dinaikkan Allah? Saya yakin, semua umat Islam pasti menginginkannya.

Subhanallah! Kilauan mutiara hikmah dari kejadian usai shalat Maghrib itu kini ada di hadapan mata…
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/06/21229/rahasia-wajah-bercahaya/#ixzz1z65mpGqC

By kodiron

Curang

Ketika mendengar kata curang maka kita akan langsung teringat dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surat ke-83 yakni surat Al-Al Muthaffifiin ayat 1-3.

Sebagaimana Allah swt berfirmanNya  :

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang[1561], (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi”.

[1561] Yang dimaksud dengan orang-orang yang curang di sini ialah orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang.

Ust. Aam Amiruddin dalam bukunya Tafsir Al-Qur’an Kontemporer menjelaskan bahwa Allah swt memberikan ancaman kepada orang-orang yang curang. Apabila menerima takaran atau timbangan mereka minta dilebihkan. Namun kalau memberi takaran atau timbangan , mereka menguranginya, inilah salah satu perbuatan curang.

Apabila kita pernah menyaksikan pada salah satu televisi nasional pada sebuah acara investigasi, begitu banyak kecurangan-kecurangan terjadi. Diantara kecurangan-kecurangan tersebut diantaranya : saus sambal palsu dan berformalin, cumi-cumi busuk berformalin dan berdetergen, air minum kemasan palsu, nasi marus dan ayam tiren, buah impor berselimut formalin, terasi palsu, bakso daging tikus, dll.

Dan masih banyak lagi berita-berita kecurangan, bahkan kecurangan tersebut dilakukan oleh anak-anak sekolah ketika ujian, ada juga guru yang memberikan contekan kepada muridnya.  Bahkan akhir-akhir ini kita sering mendengar berita beberapa pejabat yang melakukan korupsi.

Kemudian muncul pertanyaan, “mengapa orang-orang melakukan kecurangan?” Sudah tidak yakinkah bahwa yang memberikan rezeki kepada setiap mahluknya tanpa kecuali adalah hanya Allah swt semata?  Ataukah karena kita belum sepenuhnya memahami makna laa’ilahailallah ?

Padahal dalam ayat 4-6 dalam surat Al-Al Muthaffifiin Allah swt berfirman :

“tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?”

Dan  anggota tubuh akan menjadi saksi atas apa yang kita perbuata sewaktu di dunia, sebagaimana firman Allag swt dalam surat Yaasin ayat 65.

“pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan”

Dan firman Allah dalam surat Yaasin 54 :

Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.”

Apabila siksa yang akan ditimpakan kepada orang-orang yang berlaku curang begitu dahsyat, masihkan kita berani untuk melakukan kecurangan?

By alfarisya

 

By kodiron

Tips Memilih yang Terbaik untuk Pendidikan Anak

Inilah sedikit oleh-oleh dari hasil seminar hari ini, 24 Juni 2012.

Panelis Bpk. Lukman Amin salah seorang praktisi pendidikan di kota Bandung, menyampaikan beberapa tahapan dalam memilih pendidikan terbaik untuk anak.

Adapun tahapan memilih pendidikan untuk anak adalah sebagai berikut :

1. Kenali anak kita

2. Kenali gurunya

3. Memahami system

4. Dialogis

5. Pelajari perkembangan dunia pendidikan

Sekolah yang baik adalah sekolah yang menerapkan hasil penelitian terkini.

6. Sesuaikan dengan kondisi keuangan

7. Tidak usah melibatkan gengsi

Marilah kita berdoa untuk kesuksesan diri dan anak-anak kita sebagaimana yang Allah swt ajarkan  dalam Al-Qur’an Surat Al-Furqon ayat 74, “……………………. “Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”

Demikian oleh-oleh yang didapat, semoga bisa bermanfaat untuk kitta semua.

 

By alfarisya